Apabila kita memandang langit di malam yang cerah tanpa awan, kita bisa melihat benda-benda terang. Mungkin itu adalah planet-planet dalam ...
Begini Mindset Profesor Fisika Melihat Alam Semesta

Begini Mindset Profesor Fisika Melihat Alam Semesta

Tulisan ini bersumber dari timeline Professor Fisika Institut Teknologi Bandung. Saya pernah mengambil mata kuliah Fisika Statistik di kelasnya beliau, Bapak Mikrajuddin Abdullah. Kalau tidak salah, Pak Mikra (sapaannya) berasal dari Dompu, Nusa Tenggara Barat.

Pak Mikra menjelaskan secara sederhana fenomena sehari-hari kemudian dibuat risetnya. Tidak hanya itu, bahkan dijadikan bahan penelitian dan telah diterbitkan di jurnal internasional, Springer-Verlag GmbH Germany, part of Springer Nature 2018.

Banyak “hal lumrah, sudah sangat sering dialami atau dilakukan, yang memang harus begitu” menurut kebanyakan orang. Namun,  bisa menjadi topik riset yang menantang bagi segelintir orang.

Mereka melihat dengan cara pandang yang berbeda. Ketika ada ruang untuk ekplorasi lebih jauh, mereka melakukannya. Dari hasil ini tidak tertutup kemungkinan munculnya teori atau hukum baru dalam sains.

sandburg ilmufisika.com ragilpriya


Main istana pasir di pantai adalah hal biasa. Dari dulu juga begitu. Dan memang begitu adanya. Kalau pasirnya kering maka menara yang bisa dibuat tidak terlalu tinggi. Jika pasir agak basah maka menara dapat dibuat sangat tinggi. Namun, jika pasir sangat basah maka menara ambruk.

Cuma segitu saja ya (menurut kebanyakan orang)?

Namun, fenomena menara pasir telah menghasilkan ratusan karya ilmiah yang tersebar di berbagai jurnal bergengsi. Mereka melihat menara pasir bukan sekedar mainan, tetapi sebuah fenomena fisika yang menantang.

Dan luar biasa, makalah yang dihasilkan tidak memerlukan biaya besar, alat mahal, dll. Tetapi yang dibutuhkan adalah imajinasi.

Pak Mikra dan kolega mencoba 'menyontek' cara orang-orang tersebut melihat fenomena yang ada di sekitar lalu mencoba merenungkan mengapa demikian. Dan saya katakan, beginilah mindset atau pola pikir ilmuwan, termasuk profesor tentunya.

Salah satu fenomena menarik adalah ambruknya terowongan pasir yang digali di pantai.

Para wisatawan yang terpesona dengan permainan pasir lalu menggali lubang atau terowongan pasir, tidak menyadari bahaya yang mengancam. Terowongan pasir sangat mudah ambruk yang mengubur orang yang ada di dalamnya.

Contohnya video berikut :



Dan satu lagi contoh lainnya



Pertanyaan mereka adalah "Adakah kriteria kestabilan terowongan pasir? Bagaimana pengaruh ukuran terowongan, pengaruh ukuran butir pasir, dan pengaruh kandungan air di dalam pasir?

Dengan teori yang ada kemudian dilakukan eksperimen. Semuanya dilakukan dengan alat sederhana. Eksperimen bahkan hanya dilakukan di ruang baca.

Dan luar biasa hasilnya muncul di jurnal internasional di sini : Stability of granular tunnel

Riset dapat dilakukan dengan peralatan sederhana. Kita tidak harus ke luar negeri untuk melakukan riset hingga jadi makalah.

Malulah kalau kita keluar negeri melulu hanya untuk menghasilkan makalah ilmiah. Apalagi yang keluar tersebut sudah profesor atau doktor lulusan luar negeri.

Kapan mandiri, kalau demikian. Banyak fenomena di sekitar kita bisa menjadi topik riset menarik, dan diselesaikan dengan biaya maupuan alat sederhana.

Semoga menginspirasi pembaca sekalian.
Selengkapnya »
Teori, Soal dan Pembahasan Elastisitas Zat Padat versi Lengkap

Teori, Soal dan Pembahasan Elastisitas Zat Padat versi Lengkap

Kali ini, Ilmu Fisika akan membahas mengenai Teori, Soal dan Pembahasan Elastisitas Zat Padat versi Lengkap

Teori Elastisitas Zat Padat


Bila dibandingkan dengan zat cair, maka zat padat lebih keras dan lebih berat.

Mengapa zat padat lebih keras?

Tidak lain karena molekul-molekul zat padat tersusun lebih rapat. Sehingga ikatan di antara molekul tersebut relatif kuat.

Ini lah sebabnya mengapa zat padat relatif sukar dipecah-pecah dengan tangan kosong.

Misalnya, untuk membelah kayu diperlukan alat lain dan gaya yang besar.

Setiap usaha untuk memisahkan molekul-molekul zat padat, sebagai contoh tarikan dan tekanan, akan selalu dilawan oleh gaya tarik - menarik antarmolekul zat padat itu sendiri.

Perhatikan sebuah penggaris yang diletakkan di atas meja, lalu dijepit salah satu ujungnya dan digetarkan ujung lainnya. Saat penggaris ditarik sedikit kemudian dilepaskan, akan terlihat bahwa penggaris tersebut akan kembali ke bentuk semula.

Begitu pula dengan karet gelang yang direntangkan. Jika gaya tarik untuk merentangkannya dihilangkan maka karet gelang tersebut akan kembali ke bentuk semula.

Contoh lain, sebuah pegas yang digantungi dengan beban pada salah satu ujuungnya, akan kembali ke panjangnya semula bila beban tersseut diambil kembali.

Shock breaker benda elastis, ilmu fisika.com


Benda yang memiliki sifat seperti contoh-contoh di atas yang apabila diberi gaya akan berubah bentuk / formasinya baik panjang, luas mau pun volume dan akan kembali ke bentuk awal saat gaya luar nya dihilangkan disebut benda elastis.

Bagaimana dengan beton?

Bagaimana dengan baja tulang beton atau linggis?

Apakah benda benda ini juga bersifat elastis?

Perhatikan fenomena jembatan saat mobil besar lewat!

Ternyata kedua benda ini juga bersifat elastis. Dan, pada prinsipnya semua benda padat memiliki sifat elastisitas, hanya saja tingkat elastisitasnya berbeda-beda.

Ada benda-benda yang sangat elastis sehingga hanya butuh gaya sedikit saja sudah dapat terlihat sifat elastisitasnya. Namun, ada juga benda-benda yang butuh gaya yang cukup besar agar muncul sifat elastisitasnya seperti beton jembatan.

Untuk benda-benda yang memiliki elastisitas sangat kecil, katakanlah hampir tidak elastis, benda tersebut disebut benda plastis. Misalnya plastisin, lumpur, tanah liat.

Lalu, bagaimana dengan bahan-bahan yang sehari-hari kita sebut dengan "plastik" ?

Apakah benar-benar benda tersebut termasuk benda plastik?

Bagaimana pula dengan kaca?

Mengejutkan, ternyata kaca termasuk benda yang cukup elastis. Serat kaca atau fiber glass terbuat dari kaca yang dapat dengan mudah kita lengkungkan seperti halnya tali.

Banyak bahan-bahan yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari yang bersifat elastis namun hanya sementara. Ketika gaya yang dikerjakan pada benda tersebut terlalu besar, benda tersebut akan berubah bentuk dan mungkin tidak kembali ke bentuk semula.

Keadaan ini dikatakan sebagai keadaan di mana batas elastisitas bahan telah terlampaui.

Benda-benda yang memiliki sifat seperti ini contohnya rangka mobil, baja, beton.

Elastisitas bahan dapat diketahui seperti apa ayng telah dikerjakan dan diamati oleh Robert Hooke. Yang pada akhirnya menghasilkan hukum Hooke.

Apa yang dilakukan oleh Hooke?

Kurang lebih ilustrasinya sebagai berikut.

Sebuah pegas memiliki panjang awal, misal 20 cm. Pegas digantungkan pada sebuah bilah. Ujung digantungkan beban. Saat digantngkan beban kecil, misal 10 N, pegas akan mulur 1 cm. Saat ditambah lagi menjadi 20 N, pegas tambah mulur lagi menjadi 2 cm. Begitu terus menerus setiap ditambah beban 10 N akan bertambah mulur sebesar 1 cm. Sampai pada batas beban tertentu kenaikan beban berbanding lurus dengan pertambahan panjangnya. Setelah melewati batas ini, kenaikan beban tidak berbanding lurus lagi dengan pertambahan panjangnya.

Setelah melewati batas beban tersebut, bila beban naik 10 N lagi, pertambahan panjangnya akan lebih cepat, bukan lagi naik 1 cm melainkan 2 atau bahkan 3 cm. Dan seterusnya.

Kemudian bila divisualisasikan menjadi seperti berikut ini:

Hukum Hooke ilmufisika.com ragilpriya


Up Next ==>

Soal dan Pembahasan Elastisitas


Selengkapnya »
Aturan / Kaidah Angka Penting dan Contoh Penerapan Dalam Operasi Perhitungan

Aturan / Kaidah Angka Penting dan Contoh Penerapan Dalam Operasi Perhitungan

Kembali ke ilmu fisika.

Pada kesempatan kali ini kita akan belajar mengenai aturan atau kaidah angka penting dan contoh penerapannya dalam operasi perhitungan.

Angka penting atau significant figure adalah semua angka yang diperoleh dari pengukuran. Angka penting terdiri dari angka eksak atau pasti dan angka taksiran.

Sejatinya, semua angka dari angka satu sampai sembilan adalah angka penting.

Namun nol juga termasuk angka.

Nah bagaimana dengan aturan angka penting bagi angka nol?

Apakah angka nol termasuk angka penting ataukah bukan angka penting?

angka penting ilmu sains


Berikut ini adalah beberapa aturan sebuah angka dikatakan penting atau tidak penting:
  • 1. Semua angka yang bukan nol adalah angka penting
    Contoh : 1234 terdiri dari empat angka penting
  • 2. Angka nol yang terletak di belakang angka bukan nol bukan angka penting
    Contoh : 123400 terdiri dari empat angka penting, yaitu 1, 2, 3, 4
  • 3. Angka nol yang terletak di belakang angka bukan nol (DALAM DESIMAL) adalah angka penting
    Contoh : 1,23400 terdiri dari enam angka penting, yaitu 1, 2, 3, 4, 0 ,0
  • 4. Angka nol yang ada di depan angka penting (DALAM DESIMAL ) bukan angka penting
    Contoh : 0,00001234 terdiri dari empat angka penting, yaitu 1, 2, 3, 4
  • 5. Angka nol di belakang angka penting (DALAM DESIMAL) adalah angka penting
    Contoh : 0,000012340 terdiri dari lima angka penting, yaitu 1, 2, 3, 4, 0
  • 6. Angka nol di antara angka penting adalah angka penting
    Contoh 1200,3004 terdiri dari delapan angka penting, yaitu 1, 2, 0, 0, 3, 0, 0, 4

Aturan Penjumlahan dan Pengurangan Angka Penting

Hasil Penghitungan Angka Penting mengikuti angka taksiran paling sedikit. Angka taksiran adalah angka di belakang koma.
  • (a). 123,4 + 12,34 + 1,234
    123,4 memiliki satu angka taksiran
    12,34 memiliki dua angka taksiran
    1,234 memiliki tiga angka taksiran

    maka hasil perhitungannya harus memiliki satu angka taksiran, yaitu 136,9

  • (b). 12 - 9,02
    12 dianggap 12,0 sehingga memiliki satu angka taksiran
    9,02 memiliki dua angka taksiran

    maka hasil peritungannya harus memiliki satu angka taksiran, yaitu 3,0

Aturan Perkalian dan Pembagian Angka Penting

Dalam penghitungan matematis, hasil dari 1,4 x 1,11 = 1,554

Pada penghitungan perkalian dan pembagian pada angka penting, hasil akhirnya harus selalu berpedoman kepada aturan jumlah angka penting yang paling sedikit.

Pada kasus perkalian tadi, jumlah angka penting paling sedikit ada pada 1,4 (dua angka penting), sehingga hasil dari penghitungan tersebut juga harus mempunyai 2 angka penting.

Maka:

1,4 x 1,11 = 1,5


Contoh lain:


Tentukan hasil dari 0,005 x 0,12 = !

0,005 memiliki satu angka penting dan 0,12 memiliki dua angka penting, sehingga  hasilnya 0,001 karena yang angka penting paling kecil adalah satu angka penting, yaitu dari 0,005.


Aturan Pembulatan dalam Fisika

Ada satu hal yang menjadi perhatian khusus saat pembulatan, yaitu tentang angka 5.

Sederhananya dalam pembulatan adalah pembulatan ke atas dan ke bawah.

Angka yang berada di bawah 5, akan selalu dibulatkan ke bawah (12,3 dibulatkan menjadi 12).

Dan angka di atas 5, akan dibulatkan ke atas (56,7 dibulatkan menjadi 57).


Lantas, bagaimana dengan 34,5 ?

Harus kita bulatkan menjadi apa bilangan 34,5 ?

Nah, untuk kasus pembulatan dengan angka 5, aturannya adalah harus dilihat apakah angka itu merupakan bilangan ganjil atau genap.

Apabila bilangan ganjil, pembulatannya dilakukan ke atas (33,5 dibulatkan menjadi 34).


Apabila bilangan genap, pembulatannya dilakukan ke bawah (34,5 dibulatkan menjadi 34).


Untuk persoalan Usaha Energi dan Daya, buka link berikut ini :

Usaha Energi Daya

atau selengkapnya lihat  Daftar Isi

Tambahan Usaha

Luas area di bawah kurva F-d adalah Usaha

Jadi bila terdapat kurva F-d (sumbu $X$-nya d dan sumbu $Y$ nya F) maka luas area di bawah kurva tersebut adalah nilai dari Usaha

Bila kurva membentuk tampilan persegi panjang, maka luas persegi panjang tersebut merupakan nilai dari Usaha.

Begitu pula bila kurva membentuk tampilan segitiga atau trapesium, maka luas segitiga atau trapesium tersebut merupakan nilai dari Usaha.
Selengkapnya »
Soal Jawab Listrik Arus Bolak-Balik Standar UAS SMA / SMK / MA

Soal Jawab Listrik Arus Bolak-Balik Standar UAS SMA / SMK / MA

Pada kesempatan kali ini, Ilmu Fisika akan membahas Soal Jawab Listrik Arus Bolak-Balik Standar UAS SMA / SMK / MA.

Petunjuk
Rumus-rumus ditulis menggunakan $\LaTeX$ dengan JavaScript khusus $\LaTeX$ untuk me-loading-nya. Gunakan internet berkecepatan cukup agar bisa me-loading kode $\LaTeX$  100%. Bila terjadi Math Error berwarna merah, lakukan reload page !

Materi Medan Magnet Induksi yang akan dibahas antara lain tentang :
  1. Arus dan Tegangan Maksimum
  2. Arus dan Tegangan Sesaat
  3. Arus dan Tegangan Efektif
  4. Arus dan Tegangan Rata-rata
  5. Reaktansi Induktif, Reaktansi Kapasitif
  6. Frekuensi Resonansi


Tegangan dan Arus Sesaat

Rumusan Umum Tegangan Sesaat adalah

$\displaystyle V_{t}=V_{m}sin\,\theta$

$\displaystyle V_{t}=V_{m}sin\,\omega t$

$\displaystyle V_{t}=V_{m}sin\,2\pi \,f\, t$

$\displaystyle V_{t}=V_{m}sin\,\frac{2\pi}{T} \, t$


Rumusan Umum Arus Sesaat adalah

$\displaystyle I_{t}=I_{m}sin\,\theta$

$\displaystyle I_{t}=I_{m}sin\,\omega t$

$\displaystyle I_{t}=I_{m}sin\,2\pi \,f\, t$

$\displaystyle I_{t}=I_{m}sin\,\frac{2\pi}{T} \, t$


Tentukan besarnya Tegangan sesaat, $V_{t}$, apabila sudut fase adalah $30⁰$ dari suatu sumber Tegangan dengan tegangan maksimumnya $220$ $V$ !

Penyelesaian :

Sudut fase, $\theta$ = $30⁰$

Tegangan maksimum, $V_{m}$ = $220$ $V$

Maka

$\displaystyle V_{t}=V_{m}sin\,\theta$

$\displaystyle V_{t}=\,220\,sin\,30⁰$

$\displaystyle V_{t}=\,110\,V$


Tegangan / Arus Bolak-Balik Efektif 

Suatu sumber tegangan bolak - balik memiliki nilai maksimum $220$ $V$. Nilai tegangan efektifnya adalah ... $V$.

Penyelesaian :

Tegangan maksimum, $V_{m}$ = $220$ $V$

Rumusan hubungan tegangan maksimum dengan tegangan efektif adalah \[V_{ef}=\frac{1}{2}\sqrt{2}\,V_{m}\]
Diperoleh

$V_{ef}=\displaystyle \frac{1}{2}\sqrt{2}\,220$

$V_{ef}=\displaystyle 110\sqrt{2}\,V\simeq 155\,V$ 


Tegangan / Arus Rata-Rata

Suatu sumber tegangan bolak - balik memiliki nilai maksimum $220$ $V$. Nilai tegangan rata-ratanya adalah ... $V$.

Penyelesaian :

Tegangan maksimum, $V_{m}$ = $220$ $V$

Rumusan hubungan tegangan maksimum dengan tegangan efektif adalah \[\bar{V}
=\frac{2}{\pi}\,V_{m}\]
Diperoleh

$\bar{V}=\displaystyle \frac{2}{\pi}\,220$

$\bar{V}=\displaystyle \frac{2}{\frac{22}{7}}\,220$ = $140\,V$


Reaktansi Induktif

Rumusan dasarnya adalah \[X_{L}=\omega \,L\] \[X_{L}=2\,\pi \,f \,L\]

Suatu induktor memiliki induktansi diri, $L$ = $200\,mH$, dialiri arus listrik AC dengan frekuensi,$f$ = $50\,Hz$, maka reaktansi induktifnya adalah ... $Ω$.

Penyelesaian :

$L$ = $200\,mH$ = $2\,x\,10^{-3}\,H$

$f$ = $50\,Hz$

Maka,

$\displaystyle X_{L}=(2\pi )(50)(2x10^{-3})=0,2\pi \,\Omega$ 


Reaktansi Kapasitif

Rumusan dasarnya adalah \[X_{C}=\displaystyle \frac{1}{\omega \,C}\] \[X_{C}=\displaystyle \frac{1}{2\,\pi \,f\,C}\]


Suatu kapasitor memiliki kapasitas,$C$ = $1000\,µF$, dialiri arus listrik AC dengan frekuensi, $f$ = $50\,Hz$, maka reaktansi kapasitifnya adalah ... Ω.

Penyelesaian :

$C$ = $1000\,µF$ = $1000\,x\,10^{-6}\,F$ = $10^{-3}\,F$

$f$ = $50\,Hz$

Maka,

$\displaystyle X_{C}=\frac{1}{(2\pi)(50)(10^{-3})}=\frac{10}{\pi }\,\Omega$ 


Frekuensi Resonansi

Frekuensi resonansi terjadi bila \[X_{L}=X_{C}\]
Suatu perangkat radio memiliki induktor dengan induktansi diri, $L$ = $100\,H$ dan kapasitas kapasitor, $C$ = $1\,µF$. Maka perangkat radio tersebut menerima frekuensi resonansi sebesar ... $Hz$.

Penyelesaian :

$L$ = $100\,H$ = $10^{2}\,H$

$C$ = $1\,µF$ = $10^{-6}\,F$


Dari rumusan $X_{L}=X_{C}$, diperoleh :

$\displaystyle \omega \,L=\frac{1}{\omega \,C}$ 

$\displaystyle 2\pi f_{0}L=\frac{1}{2\pi f_{0}C}$ 

$\displaystyle f_{0}=\frac{1}{2\pi }\sqrt{\frac{1}{LC}}$ 

$\displaystyle f_{0}=\frac{1}{2\pi }\sqrt{\frac{1}{(10^{2})(10^{-6})}}=\frac{50}{\pi }\,Hz$ 


    Selengkapnya »
    Soal Jawab Medan Magnet Induksi Standar UAS SMA / SMK / MA

    Soal Jawab Medan Magnet Induksi Standar UAS SMA / SMK / MA


    Pada kesempatan kali ini, Ilmu Fisika akan membahas Soal Jawab Medan Magnet Induksi Standar UAS SMA / SMK / MA. 

    Petunjuk
    Rumus-rumus ditulis menggunakan $\LaTeX$ dengan JavaScript khusus $\LaTeX$ untuk me-loading-nya. Gunakan internet berkecepatan cukup agar bisa me-loading kode $\LaTeX$  100%. Bila terjadi Math Error berwarna merah, lakukan reload page !

    Materi Medan Magnet Induksi yang akan dibahas antara lain tentang :
    1. Kaidah Tangan Kanan
    2. Kuat Medan Magnet Induksi : Kawat Lurus, Kawat Melingkar, Solenoida, Toroida
    3. Gaya Magnet





    Kaidah Tangan Kanan
    Arus listrik mengalir sepanjang kawat dari Barat ke Timur. Arah medan magnet induksi yang dihasilkan arus listrik tersebut adalah ... .
    Pennyelesaian :

    Silakan cek teori tentang kaidah tangan kanan berikut ini : Kaidah Tangan Kanan untuk Menentukan Arah Medan Magnetik.

    Dari ketentuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa arah medan magnetik yang dihasilkan oleh arus listrik adalah

    • di depan kawat ke Bawah
    • di bawah kawat ke Belakang
    • di belakang kawat ke Atas
    • di atas kawat ke Depan


    Kuat Medan Magnet Induksi

    Besar kuat medan magnet di suatu titik yang letaknya sejauh $r$ dari suatu penghantar lurus yang dialiri arus listrik $I$ adalah sebanding dengan ... .

    Penyelesaian :

    Rumusan dasar Kuat Medan Magnet Induksi oleh arus yang mengalir pada kawat lurus panjang adalah \[B=\frac{\mu _{0}I}{2\pi a}\]
    Maka dengan menyamakan makna $a$ sebagai $r$, kesimpulan yang dapat diambil adalah 
    Kuat medan magnetik berbanding lurus dengan $\displaystyle \frac{I}{r}$ 

    Jika titik tersebut yang berjarak 2 cm dari penghantar lurus panjang yang dialiri arus 10 ampere, maka besar induksi mangetik di titik tersebut adalah ... .

    Penyelesaian :

    $r$ = $2\,cm$ = $2\,x10^{-2}\,m$

    $I$ = $10\,A$

    Permeabilitas vakum, $\displaystyle \mu _{0}=4\pi\, x\,10^{-7}\,Wb\,A^{-1}\,m^{-1}$ 


    Maka sesuai rumusan di atas

    $\displaystyle B=\frac{\mu _{0}I}{2\pi a}$

    $\displaystyle B=\frac{(4\pi \,x\,10^{-7})\,(10)}{(2\pi) \,(2\,x\,10^{-2})}$

    $\displaystyle B=10^{-4}\,T$


    Gaya Magnet / Gaya Lorentz

    Rumusan dasar gaya Lorentz adalah \[F=B\,I\,l\,sin\theta\]

    Dari rumusan tersebut dapat disimpulkan bahawa gaya yang dialami sebuah partikel bermuatan yang bergerak dalam medan magnet bergantung pada :

    1. Kuat Induksi Medan Magnetik
    2. Kuat Arus Listrik yang mengalir melalui kawat tersebut
    3. Panjang Kawat
    4. Sudut antara arah Medan Magnetik dengan Arus Listrik


    Kuat Induksi Medan Magnetik di Pusat Kawat Lingkaran Berarus Listrik

    Suatu kawat lingkaran memiliki radius $\displaystyle \frac{\pi}{2}$ meter, dialiri arus listrik searah sebesar $0,3\,A$. Tentukan Kuat Induksi Medan Magnet pada pusat kawat lingkaran tersebut !

    Penyelesaian :

    Radius lingkaran $a$ = $\displaystyle \frac{\pi}{2}\,m$

    Kuat arus listrik $I$ = $0,3\,A$

    Permeabilitas vakum, $\displaystyle \mu _{0}=4\pi\, x\,10^{-7}\,Wb\,A^{-1}\,m^{-1}$


    Rumusan dasar Kuat Induksi Medan Magnetik di Pusat Kawat Lingkaran Berarus Listrik adalah \[B=\frac{(\mu _{0})(I)}{(2)(a)}\]
    Maka

    $\displaystyle B=\frac{(4\,\pi \,x\,10^{-7})(0,3)}{(2)(\pi /2)}$

    Diperoleh

    $\displaystyle B=1,2\,x\,10^{-7}\,T$ 

    Selengkapnya »
    Beranda

    Usaha Energi Daya

    Listrik Magnet

    Soal Jawab

    Mekanika

    Impuls Momentum

    Universitas

    Optik